Hasil & Risiko
Yield Itu Apa? Jelaskan Pakai Bahasa Warung
Jawaban singkatnya
Yield adalah hasil dibandingkan modal dalam bentuk persen, dipakai untuk membandingkan, bukan untuk menjanjikan.
Yield itu cuma cara membandingkan. Bukan janji.
Warung A dan Warung B
| Warung A — modal | Rp 1.000.000 |
|---|---|
| Warung A — untung setahun | Rp 100.000 (10%) |
| Warung B — modal | Rp 5.000.000 |
| Warung B — untung setahun | Rp 250.000 (5%) |
Untung Warung B lebih besar dalam rupiah, tapi yield-nya lebih kecil, karena modalnya jauh lebih besar.
Kecepatan memberi tahu seberapa cepat sampai, bukan seberapa aman jalannya. Jalan yang licin tidak berubah jadi aman hanya karena mobil Anda cepat.
Persen yang Anda lihat hampir selalu berupa perkiraan yang disetahunkan. Artinya: kalau kondisi hari ini berlanjut selama setahun penuh. Kondisi jarang berlanjut sama persis.
Yang harus dicek di balik angka persen
- Periodenya berapa lama — per hari, per bulan, atau per tahun?
- Sudah dipotong biaya belum?
- Angkanya tetap atau berubah-ubah?
- Kalau berubah, dalam setahun terakhir paling rendah berapa?
Kenapa angka harian menyesatkan
| Terlihat | 1% per hari |
|---|---|
| Terdengar | Kecil |
| Kalau berulang setahun | Ribuan persen |
| Artinya | Hampir pasti tidak berkelanjutan |
Angka kecil per hari bisa menjadi angka yang tidak masuk akal per tahun.
Bagian ini memakai istilah aslinya. Kalau terasa berat, tidak apa-apa dilewati.
Perbedaan penting: yield sederhana tidak memperhitungkan bunga berbunga, sedangkan yield efektif tahunan memperhitungkannya. Dua produk dengan hasil sama bisa menampilkan persen berbeda hanya karena metode perhitungannya.
Yield historis adalah data masa lalu; yield proyeksi adalah asumsi. Keduanya sering ditampilkan dengan gaya yang sama, jadi bacalah keterangan kecilnya.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan ke siapa pun yang menawarkan sesuatu kepada Anda.
- Persen ini per hari, per bulan, atau per tahun?
- Angkanya sudah dipotong biaya, atau belum?
- Setahun terakhir, angka terendahnya berapa?
Istilah di halaman ini
Imbal hasil (yield)
Paling gampang: Cara membandingkan: dari uang segini, hasilnya kira-kira seberapa besar.
Contohnya: Modal Rp 1.000.000 menghasilkan Rp 60.000 setahun. Imbal hasilnya 6% setahun.
Modal
Paling gampang: Uang punya Anda yang dipakai untuk memulai sesuatu. Belum tambah, belum kurang.
Contohnya: Anda beli dagangan Rp 500.000 untuk warung. Rp 500.000 itu modal Anda.
Bunga berbunga
Paling gampang: Hasil yang tidak diambil, lalu ikut bekerja seperti modal.
Contohnya: Hasil Rp 60.000 tidak ditarik, tahun depan hasil dihitung dari Rp 1.060.000.
- Yield membandingkan hasil dengan modal, tidak mengukur keamanan.
- Persen yang ditampilkan hampir selalu perkiraan yang disetahunkan.
- Yield tinggi biasanya harga dari risiko yang sedang ditanggung seseorang.
Menandai selesai hanya menyimpan catatan di perangkat Anda. Tidak ada akun dan tidak ada sertifikat.
Bacaan lain di topik Hasil & Risiko
Kalau Dapat Hasil Setiap Hari, Siapa yang Bayar?
Setiap rupiah yang masuk ke kantong Anda keluar dari kantong seseorang. Pertanyaannya: kantong siapa?
Kalau Nilainya Stabil, Apa Berarti Tidak Bisa Rugi?
Tidak. Harga yang stabil hanya menghilangkan satu jenis risiko dari beberapa jenis yang ada.
Kalau Asetnya Tetap Ada, Hasilnya Datang dari Mana?
Karena selama Anda diam, aset itu sedang dipakai orang lain. Hasilnya adalah bayaran atas pemakaian itu.