Aset Digital
Kenapa Ada Aset Digital yang Bisa Memberikan Hasil?
Jawaban singkatnya
Karena ada pihak yang memakai aset itu dan bersedia membayar, sama seperti motor yang disewakan.
Aset digital tidak punya sihir. Kalau ada hasil, pasti ada yang memakainya.
Motor yang diparkir tidak menghasilkan. Motor yang disewakan menghasilkan — karena ada penyewa yang membayar. Kalau tidak ada penyewa, tidak ada uang sewa, sebagus apa pun motornya.
Pemakai yang mungkin membayar
- Orang yang meminjam aset itu dan membayar bunga
- Pengguna layanan yang membayar biaya transaksi
- Jaringan yang membayar karena Anda ikut menjaga keamanannya
Ada satu hal yang sering membingungkan: hasil kadang dibayar dalam bentuk token baru yang dicetak, bukan uang dari kegiatan.
Bayangkan panitia pasar malam mencetak kupon baru untuk dibagikan sebagai bonus. Jumlah kupon Anda bertambah, tapi jumlah kupon yang beredar juga bertambah. Nilai per kupon bisa turun.
Cara memeriksa
- Hasil ini dibayar dari biaya yang dibayar pengguna, atau dari token yang baru dicetak?
- Kalau dari token baru: berapa banyak yang dicetak, dan sampai kapan?
- Kalau dari biaya pengguna: berapa banyak pengguna nyatanya?
Bagian ini memakai istilah aslinya. Kalau terasa berat, tidak apa-apa dilewati.
Sumber imbal hasil pada aset digital umumnya dikelompokkan menjadi: imbalan protokol (issuance), bagi hasil biaya (fee revenue), bunga pinjaman, dan insentif pemasaran sementara.
Hanya bagi hasil biaya dan bunga pinjaman yang berasal dari permintaan nyata. Dua sumber lainnya bergantung pada keputusan penerbit dan bisa dihentikan.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan ke siapa pun yang menawarkan sesuatu kepada Anda.
- Hasil ini dibayar dari biaya pengguna, atau dari token yang baru dicetak?
- Berapa banyak pengguna nyatanya saat ini?
- Kalau pencetakan token dihentikan, hasilnya jadi berapa?
Istilah di halaman ini
Imbal hasil (yield)
Paling gampang: Cara membandingkan: dari uang segini, hasilnya kira-kira seberapa besar.
Contohnya: Modal Rp 1.000.000 menghasilkan Rp 60.000 setahun. Imbal hasilnya 6% setahun.
Token
Paling gampang: Seperti kupon: nilainya tergantung apa yang bisa ditukar dengannya.
Contohnya: Kupon pasar malam berharga karena panitia berjanji menukarnya, bukan karena kertasnya.
Protokol
Paling gampang: Program yang menjalankan aturan sendiri, tanpa petugas.
Contohnya: Mesin minuman: masukkan uang, barang keluar, tanpa penjaga.
- Aset yang tidak dipakai siapa pun tidak menghasilkan apa pun.
- Hasil dari token baru bukan uang dari kegiatan, dan bisa dihentikan kapan saja.
- Angka persen besar sering berarti sumbernya pencetakan, bukan pendapatan.
Menandai selesai hanya menyimpan catatan di perangkat Anda. Tidak ada akun dan tidak ada sertifikat.
Bacaan lain di topik Aset Digital
Token Digital Itu Apa? Bayangkan Seperti Kupon
Token adalah catatan kepemilikan digital. Nilainya tergantung apa yang tertulis di balik catatan itu.
Stablecoin Itu Apa? Kenapa Harganya Dibuat Stabil?
Stablecoin adalah token yang dirancang mengikuti nilai suatu mata uang, biasanya dolar AS. Kata kuncinya: dirancang.
Siapa yang Menyimpan Aset Kita?
Kalau bukan Anda yang memegang kuncinya, berarti ada pihak lain yang memegangnya untuk Anda. Ini disebut kustodi.