Langkah 3 dari 7 — Cari sumber hasil
Kalau Dapat Hasil Setiap Hari, Siapa yang Bayar?
Jawaban singkatnya
Ada pihak nyata yang mengeluarkan uang itu, dan Anda berhak tahu siapa dan dari kegiatan apa.
Uang tidak muncul dari udara. Kalau Anda menerima Rp 10.000 hari ini, ada pihak yang mengeluarkan Rp 10.000 itu.
Kalau pemilik warung menggaji Anda tiap hari, uangnya dari pembeli yang belanja hari itu. Kalau warungnya sepi tapi gaji tetap jalan, uangnya datang dari tabungan pemilik — dan tabungan itu ada batasnya.
Sumber pembayaran yang masuk akal
- Peminjam yang membayar bunga
- Usaha yang benar-benar menjual sesuatu
- Penyewa yang membayar sewa
- Pembeli yang membeli aset Anda
Pembayaran harian punya masalah tersendiri: ia membuat sesuatu yang tidak stabil terlihat stabil.
Usaha nyata jarang menghasilkan jumlah yang sama persis setiap hari. Kalau angkanya selalu rapi dan sama, kemungkinan besar angka itu dijanjikan, bukan dihasilkan.
Tiga pertanyaan yang wajib dijawab
- Siapa pihak yang membayar saya, secara konkret?
- Dari kegiatan apa uang itu dia dapat?
- Apa yang terjadi kalau kegiatan itu sedang rugi bulan ini?
Kalau pertanyaan ketiga tidak punya jawaban selain “tetap dibayar”, berarti risikonya sedang disembunyikan, bukan dihilangkan.
Bagian ini memakai istilah aslinya. Kalau terasa berat, tidak apa-apa dilewati.
Pembayaran periodik yang tidak berkaitan dengan kinerja aset dasarnya adalah salah satu ciri yang sering diperingatkan otoritas pengawas, karena ia membuat arus kas terlihat terjamin padahal sumbernya belum tentu ada.
Di Indonesia, penawaran investasi tanpa izin diumumkan oleh Satgas PASTI (sebelumnya Satgas Waspada Investasi). Memeriksa legalitas penyelenggara di kanal resmi OJK adalah langkah dasar sebelum menyetor uang.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan ke siapa pun yang menawarkan sesuatu kepada Anda.
- Siapa persisnya yang mengirim uang ke saya setiap hari?
- Uang itu dari penjualan, dari bunga pinjaman, atau dari setoran anggota baru?
- Bulan lalu berapa kali pembayarannya meleset dari jadwal?
Istilah di halaman ini
Imbal hasil (yield)
Paling gampang: Cara membandingkan: dari uang segini, hasilnya kira-kira seberapa besar.
Contohnya: Modal Rp 1.000.000 menghasilkan Rp 60.000 setahun. Imbal hasilnya 6% setahun.
Risiko
Paling gampang: Kemungkinan sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.
Contohnya: Anda bawa payung bukan karena pasti hujan, tapi karena mungkin hujan.
- Setiap rupiah yang masuk keluar dari kantong seseorang.
- Pembayaran harian yang selalu sama persis biasanya ditetapkan, bukan dihasilkan.
- Kalau sumbernya setoran anggota baru, itu bukan hasil usaha.
Menandai selesai hanya menyimpan catatan di perangkat Anda. Tidak ada akun dan tidak ada sertifikat.
Bacaan lain di topik Hasil & Risiko
Yield Itu Apa? Jelaskan Pakai Bahasa Warung
Yield adalah hasil dibandingkan modal, dalam bentuk persen. Ia menjawab: seberapa besar hasilnya untuk uang sebesar ini?
Kalau Nilainya Stabil, Apa Berarti Tidak Bisa Rugi?
Tidak. Harga yang stabil hanya menghilangkan satu jenis risiko dari beberapa jenis yang ada.
Kalau Asetnya Tetap Ada, Hasilnya Datang dari Mana?
Karena selama Anda diam, aset itu sedang dipakai orang lain. Hasilnya adalah bayaran atas pemakaian itu.