Langkah 1 dari 7 — Kenali uang dan modal
Modal dan Untung Itu Bedanya Apa?
Jawaban singkatnya
Modal adalah uang yang Anda taruh, untung adalah tambahan di atas modal setelah semua biaya dipotong.
Pohon adalah modal. Buah adalah hasil. Kalau Anda memetik buah, pohon tetap ada. Tapi kalau Anda menebang pohon lalu menjual kayunya, itu bukan hasil — itu modal Anda yang habis.
Banyak orang merasa “untung” padahal yang kembali cuma modalnya sendiri.
Contoh: taruh Rp 1.000.000
| Modal awal | Rp 1.000.000 |
|---|---|
| Uang diterima kembali | Rp 1.050.000 |
| Untung | Rp 50.000 |
| Modal | Rp 1.000.000 |
Yang boleh disebut untung hanya Rp 50.000.
Kenapa ini penting? Karena kalau modal dan untung dicampur, Anda bisa merasa sedang berhasil padahal uang Anda sedang berkurang.
Cara membedakan
- Tulis jumlah uang yang Anda keluarkan di awal. Ini modal, angkanya tidak berubah.
- Tulis semua uang yang sudah Anda terima kembali.
- Selama total penerimaan belum melewati modal, Anda belum untung — Anda baru balik modal sebagian.
- Kurangi juga semua biaya: admin, transfer, pajak, potongan.
Ada satu pola yang harus Anda kenali: skema yang membayar “hasil harian” dari uang setoran orang baru. Uang itu terasa seperti untung, padahal itu modal orang lain yang diputar.
Bagian ini memakai istilah aslinya. Kalau terasa berat, tidak apa-apa dilewati.
Dalam laporan keuangan, modal (principal) berada di sisi neraca, sedangkan hasil (return) berada di laporan laba rugi. Pengembalian modal (return of capital) dan imbal hasil atas modal (return on capital) adalah dua hal berbeda meski terdengar mirip.
Distribusi yang sebenarnya merupakan pengembalian modal akan menurunkan nilai pokok Anda dari waktu ke waktu, walaupun angka pembayaran bulanannya terlihat stabil.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan ke siapa pun yang menawarkan sesuatu kepada Anda.
- Angka yang saya lihat ini modal saya, atau hasilnya?
- Kalau saya berhenti sekarang, berapa yang benar-benar kembali?
- Laporannya memisahkan modal dan hasil, atau digabung jadi satu angka?
Istilah di halaman ini
Modal
Paling gampang: Uang punya Anda yang dipakai untuk memulai sesuatu. Belum tambah, belum kurang.
Contohnya: Anda beli dagangan Rp 500.000 untuk warung. Rp 500.000 itu modal Anda.
Untung
Paling gampang: Sisa uang setelah modal Anda kembali dan semua biaya dibayar.
Contohnya: Dagangan modal Rp 500.000 laku Rp 650.000, ongkos angkut Rp 30.000. Untungnya Rp 120.000, bukan Rp 150.000.
Pokok
Paling gampang: Uang dasar Anda, terpisah dari hasil apa pun.
Contohnya: Anda taruh Rp 2.000.000 lalu dapat hasil Rp 40.000. Pokoknya tetap Rp 2.000.000.
- Pohon itu modal, buah itu hasil. Menebang pohon bukan panen.
- Uang masuk ke rekening belum tentu untung, bisa jadi modal Anda sendiri.
- Sebelum total penerimaan melewati modal, Anda belum untung.
Menandai selesai hanya menyimpan catatan di perangkat Anda. Tidak ada akun dan tidak ada sertifikat.
Bacaan lain di topik Uang
Kenapa Uang Bisa Menghasilkan Uang?
Uang tidak bertambah sendiri. Uang bertambah kalau dipakai orang lain untuk sesuatu yang menghasilkan.
Kenapa Angka Harian Tidak Boleh Dilihat Sendirian?
Satu hari terlalu pendek untuk menceritakan apa pun. Angka harian yang bagus bisa berasal dari periode yang buruk.