Uang Sehari-hari
Utang Mana yang Harus Dilunasi Duluan?
Jawaban singkatnya
Dahulukan utang dengan bunga dan denda paling besar, karena utang itulah yang paling cepat menambah beban Anda setiap bulan.
Punya beberapa utang sekaligus membuat orang bingung harus mulai dari mana. Yang paling besar? Yang paling lama? Yang paling sering ditagih?
Jawaban yang paling masuk akal biasanya sederhana: mulai dari yang paling mahal.
Bayangkan ada tiga keran bocor di rumah. Satu menetes pelan, satu mengalir sedang, satu memancur deras. Kalau Anda hanya punya waktu memperbaiki satu, tentu yang memancur deras dulu. Bukan yang paling lama bocornya, bukan yang paling besar kerannya, tapi yang paling banyak membuang air.
Pada utang, yang memancur deras itu adalah utang dengan bunga dan denda paling besar.
Kenapa bukan yang paling besar dulu? Karena utang besar dengan bunga kecil bisa lebih murah daripada utang kecil dengan bunga besar dan denda harian.
Cara mengenali utang yang paling mahal
- Bunganya dihitung harian, bukan bulanan
- Ada denda keterlambatan yang menumpuk tiap hari lewat
- Ada biaya admin yang ditagih berulang
- Angsurannya paling terasa mencekik dibanding jumlah pokoknya
Cara memulainya cukup dengan selembar kertas. Tidak perlu aplikasi.
Empat langkah menyusun urutan
- Tulis semua utang Anda: ke siapa, sisa berapa, angsuran per bulan berapa.
- Tulis biaya sebenarnya masing-masing: bunga, denda telat, biaya admin.
- Urutkan dari yang biayanya paling besar ke yang paling kecil.
- Bayar minimum semua utang, lalu kelebihan uang Anda arahkan ke yang teratas.
Langkah keempat itu kuncinya. Semua utang tetap dibayar minimumnya supaya tidak kena denda baru, dan sisa kemampuan Anda difokuskan ke satu utang saja.
Contoh dua utang, ilustrasi
| Utang A — sisa | Rp 8.000.000 |
|---|---|
| Utang A — beban per bulan | Rp 80.000 (1%) |
| Utang B — sisa | Rp 2.000.000 |
| Utang B — beban per bulan | Rp 200.000 (10% + denda) |
| Dilunasi duluan | Utang B, walau jumlahnya jauh lebih kecil |
Angka ilustrasi. Yang menentukan urutan adalah kolom beban, bukan kolom sisa.
Ada satu pengecualian yang wajar. Kalau salah satu utang jumlahnya sangat kecil dan bisa dilunasi bulan ini juga, melunasinya lebih dulu kadang lebih baik — bukan karena hitungannya, tapi karena satu utang yang benar-benar hilang membuat orang bertahan meneruskan rencananya.
Yang penting Anda sadar sedang menukar apa: sedikit kerugian hitungan, ditukar dengan tenaga untuk melanjutkan.
Yang sebaiknya dihindari saat melunasi
- Menutup utang dengan utang baru yang bunganya lebih besar
- Menghabiskan seluruh dana darurat, sehingga masalah kecil memaksa berutang lagi
- Berhenti membayar minimum utang lain demi mempercepat satu utang
- Menambah cicilan baru sebelum yang lama berkurang
Bagian ini memakai istilah aslinya. Kalau terasa berat, tidak apa-apa dilewati.
Dua pendekatan yang biasa dibahas: melunasi dari bunga tertinggi (sering disebut avalanche) dan melunasi dari saldo terkecil (snowball). Yang pertama lebih hemat secara hitungan, yang kedua lebih mudah dijalani secara kebiasaan.
Perbandingan keduanya baru bermakna setelah seluruh biaya diperhitungkan, termasuk denda dan biaya administrasi berulang, bukan hanya angka bunga yang tertera.
Perlu diperiksa juga apakah perjanjian mengenakan denda pelunasan dipercepat. Bila ada, penghematan dari melunasi lebih awal bisa berkurang atau hilang sama sekali.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan ke siapa pun yang menawarkan sesuatu kepada Anda.
- Berapa total yang saya bayar per bulan untuk utang ini, termasuk denda dan biaya admin?
- Kalau saya telat sehari, berapa dendanya?
- Ada denda tidak kalau saya melunasi lebih cepat?
- Kalau saya sedang kesulitan, keringanan apa yang bisa diajukan?
Istilah di halaman ini
Cicilan
Paling gampang: Membayar sedikit demi sedikit setiap bulan sampai lunas.
Contohnya: Motor Rp 20 juta dibayar Rp 1 juta per bulan selama 24 bulan, totalnya Rp 24 juta.
Bunga
Paling gampang: Tambahan yang dibayar peminjam sebagai balas jasa memakai uang Anda.
Contohnya: Anda pinjamkan Rp 1.000.000, setahun kemudian dikembalikan Rp 1.080.000. Rp 80.000 itu bunga.
Biaya
Paling gampang: Uang yang keluar bukan untuk membeli, tapi untuk mengurus.
Contohnya: Biaya transfer Rp 6.500 tiap kirim, biaya admin bulanan, potongan pajak.
Dana darurat
Paling gampang: Simpanan yang sengaja disiapkan untuk hal tak terduga, dan gampang diambil.
Contohnya: Motor mogok atau anak sakit di tengah bulan, tanpa harus berutang.
- Dahulukan utang yang paling mahal, bukan yang paling besar.
- Semua utang tetap dibayar minimumnya supaya tidak muncul denda baru.
- Kalau seluruh angsuran sudah melebihi kemampuan, yang dibutuhkan keringanan, bukan urutan.
Menandai selesai hanya menyimpan catatan di perangkat Anda. Tidak ada akun dan tidak ada sertifikat.
Bacaan lain di topik Uang Sehari-hari
Dana Darurat Itu Apa, dan Berapa Idealnya?
Uang yang sengaja disiapkan untuk kejadian tak terduga, disimpan di tempat yang gampang diambil.
Bedanya Menabung dan Investasi Itu Apa?
Menabung menjaga uang tetap ada. Investasi berusaha menumbuhkannya, dengan menerima kemungkinan berkurang.
Cicilan: Berapa Sebenarnya yang Anda Bayar?
Angsuran per bulan terlihat ringan. Yang perlu dilihat adalah totalnya sampai lunas.