Uang Sehari-hari
Dana Darurat Itu Apa, dan Berapa Idealnya?
Jawaban singkatnya
Dana darurat adalah uang khusus untuk kejadian mendadak, jumlahnya diukur dari pengeluaran bulanan Anda, bukan dari gaji.
Dana darurat adalah uang yang Anda simpan khusus untuk hal-hal yang tidak direncanakan.
Motor mogok. Anak sakit. Pekerjaan berhenti mendadak. Hal seperti ini tidak menunggu tanggal gajian.
Ban serep tidak dipakai sehari-hari, dan tidak membuat mobil lebih cepat. Tapi saat ban bocor di tengah jalan, ban serep itulah yang menyelamatkan perjalanan. Dana darurat bekerja persis begitu.
Karena tugasnya menolong saat mendesak, dana darurat harus gampang diambil. Uang yang terkunci sebulan tidak bisa menolong hari ini.
Kenapa bukan dari gaji? Karena saat penghasilan berhenti, yang tetap jalan adalah pengeluaran. Sewa tetap ditagih, listrik tetap dipakai, dapur tetap harus mengepul.
Orang bergaji Rp 10 juta dengan pengeluaran Rp 4 juta butuh dana darurat lebih kecil daripada orang bergaji Rp 6 juta dengan pengeluaran Rp 5,5 juta. Yang menentukan gaya hidupnya, bukan slip gajinya.
Yang termasuk keadaan darurat
- Kehilangan pekerjaan atau penghasilan turun drastis
- Biaya kesehatan yang tidak tertanggung
- Perbaikan mendesak: rumah bocor, kendaraan untuk bekerja rusak
- Musibah keluarga yang menuntut biaya segera
Yang bukan keadaan darurat
- Diskon besar yang sayang kalau dilewatkan
- Ganti ponsel karena ada model baru
- Liburan yang sudah lama direncanakan
- Menambah modal usaha atau membeli aset
Membedakan keduanya penting. Kalau dana darurat dipakai untuk hal yang sebenarnya bisa ditunda, ia tidak ada saat keadaan yang sesungguhnya datang.
Berapa jumlahnya? Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua orang. Yang lazim dipakai sebagai titik awal adalah tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan.
Contoh hitungan
| Pengeluaran bulanan | Rp 4.000.000 |
|---|---|
| Target tiga bulan | Rp 12.000.000 |
| Target enam bulan | Rp 24.000.000 |
| Kalau menabung Rp 500.000/bulan | Target tiga bulan tercapai dalam dua tahun |
Angka ilustrasi. Yang penting bukan cepatnya, tapi jalannya terus.
Dua tahun terasa lama. Tapi dana darurat Rp 2.000.000 pun sudah jauh lebih baik daripada nol, karena ia menahan Anda dari berutang saat ada keperluan kecil mendadak.
Siapa yang butuh lebih banyak
- Penghasilan tidak tetap, misalnya pedagang atau pekerja lepas.
- Satu-satunya pencari nafkah di rumah.
- Punya tanggungan yang biaya kesehatannya besar.
- Bidang pekerjaan yang sedang tidak stabil.
Simpan terpisah dari uang belanja harian, supaya tidak terpakai tanpa sadar. Tapi jangan disimpan di tempat yang mengunci uang Anda berminggu-minggu.
Bagaimana mengumpulkannya kalau penghasilan pas-pasan? Kuncinya bukan besarnya setoran, melainkan tidak berhenti.
Cara memulai dari nol
- Tentukan angka kecil yang pasti sanggup, misalnya Rp 100.000 sebulan. Angka yang sanggup dijalankan mengalahkan angka besar yang berhenti di bulan kedua.
- Pindahkan di awal bulan begitu uang masuk, bukan dari sisa akhir bulan.
- Simpan terpisah dari rekening belanja harian supaya tidak terpakai tanpa sadar.
- Setiap ada pemasukan tambahan, sisihkan sebagian sebelum dibelanjakan.
- Kalau terpakai untuk keadaan darurat, isi kembali pelan-pelan tanpa merasa gagal.
Target bertahap supaya tidak patah semangat
| Tahap pertama | Rp 1.000.000 |
|---|---|
| Tahap kedua | Satu kali pengeluaran bulanan |
| Tahap ketiga | Tiga kali pengeluaran bulanan |
| Tahap lanjutan | Enam kali, terutama bila penghasilan tidak tetap |
Setiap tahap sudah berguna. Anda tidak perlu menunggu tahap terakhir untuk merasa lebih tenang.
Bagaimana kalau masih punya utang berbunga tinggi? Yang lazim disarankan adalah mengumpulkan dana darurat kecil lebih dulu, baru fokus melunasi utang. Alasannya sederhana: tanpa penyangga, satu kejadian tak terduga memaksa Anda berutang lagi.
Bagian ini memakai istilah aslinya. Kalau terasa berat, tidak apa-apa dilewati.
Tiga syarat yang biasanya dipakai untuk menilai wadah dana darurat: nilainya stabil, bisa dicairkan cepat, dan biaya penarikannya kecil atau nol.
Karena syarat pertama, imbal hasil bukan pertimbangan utama di sini. Dana darurat dinilai dari kesiapannya, bukan dari pertumbuhannya.
Sebagian orang memisahkan dana darurat menjadi dua lapis: lapis pertama yang bisa diambil dalam hitungan menit, dan lapis kedua yang butuh satu sampai tiga hari kerja namun nilainya tetap stabil.
Pemisahan itu masuk akal selama lapis pertama cukup untuk menutup kebutuhan beberapa minggu. Yang perlu dihindari adalah menempatkan seluruh dana darurat pada instrumen dengan masa kunci atau denda penarikan.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan ke siapa pun yang menawarkan sesuatu kepada Anda.
- Kalau saya butuh uang ini besok pagi, berapa lama sampai cair?
- Ada biaya atau denda kalau saya ambil sewaktu-waktu?
- Nilainya bisa berkurang tidak, kalau sedang butuh-butuhnya?
Istilah di halaman ini
Likuiditas
Paling gampang: Gampang tidaknya sesuatu dijual cepat tanpa banting harga.
Contohnya: Motor laku dalam hitungan hari. Rumah bisa berbulan-bulan. Motor lebih likuid.
Risiko
Paling gampang: Kemungkinan sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.
Contohnya: Anda bawa payung bukan karena pasti hujan, tapi karena mungkin hujan.
Biaya
Paling gampang: Uang yang keluar bukan untuk membeli, tapi untuk mengurus.
Contohnya: Biaya transfer Rp 6.500 tiap kirim, biaya admin bulanan, potongan pajak.
Dana darurat
Paling gampang: Simpanan yang sengaja disiapkan untuk hal tak terduga, dan gampang diambil.
Contohnya: Motor mogok atau anak sakit di tengah bulan, tanpa harus berutang.
- Dana darurat adalah ban serep: jarang dipakai, tapi menyelamatkan saat dibutuhkan.
- Ukurannya dari pengeluaran bulanan, bukan dari gaji.
- Yang utama gampang dicairkan dan nilainya stabil, bukan hasilnya besar.
Menandai selesai hanya menyimpan catatan di perangkat Anda. Tidak ada akun dan tidak ada sertifikat.
Bacaan lain di topik Uang Sehari-hari
Bedanya Menabung dan Investasi Itu Apa?
Menabung menjaga uang tetap ada. Investasi berusaha menumbuhkannya, dengan menerima kemungkinan berkurang.
Cicilan: Berapa Sebenarnya yang Anda Bayar?
Angsuran per bulan terlihat ringan. Yang perlu dilihat adalah totalnya sampai lunas.
Kenapa Harga Naik Terus, dan Apa Artinya untuk Tabungan?
Uang Anda tidak berkurang jumlahnya, tapi yang bisa dibeli dengannya makin sedikit.