Istilah
Bunga efektif Itu Apa?
Paling gampang
Bunganya dihitung dari utang yang tersisa. Karena utangnya menyusut tiap bulan, bunganya juga ikut menyusut.
Sisa utang Rp 10 juta dikenai bunga 1% berarti Rp 100.000. Bulan berikutnya sisa Rp 9 juta, bunganya turun jadi Rp 90.000.
Arti sebenarnya
Cara hitung ini lebih mencerminkan biaya sebenarnya dari memakai uang orang lain, karena dasarnya selalu jumlah yang benar-benar masih Anda pinjam. Untuk beban yang sama, angka persen efektif akan terlihat lebih besar daripada angka flat. Itulah sebabnya membandingkan dua penawaran hanya lewat angka persen bisa menyesatkan bila metodenya berbeda.
Bunga yang ikut menyusut
| Bulan 1, sisa utang Rp 12.000.000 | Bunga Rp 120.000 |
|---|---|
| Bulan 6, sisa utang sekitar Rp 6.500.000 | Bunga sekitar Rp 65.000 |
| Bulan 12, sisa utang sekitar Rp 1.000.000 | Bunga sekitar Rp 10.000 |
| Pada bunga flat | Ketiganya tetap Rp 120.000 |
Ilustrasi dengan bunga 1% per bulan. Perhatikan baris terakhir: itulah bedanya dengan cara flat.
Salah paham yang sering terjadi
Salah paham umum“Bunga efektif lebih mahal karena angkanya lebih besar.”
Yang perlu dipahami: Angkanya lebih besar bukan berarti bebannya lebih besar. Bisa jadi ia hanya jujur menyebut biaya yang sama.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan sebelum tanda tangan.
- Angka persen ini efektif atau flat?
- Boleh saya bandingkan total pembayarannya, bukan persennya?