Langkah 4 dari 7 — Kenali biaya
Contoh Rp1 Juta: Modal, Hasil, Biaya, dan Risiko
Jawaban singkatnya
Dari perkiraan hasil Rp 60.000 setahun, yang benar-benar sampai ke Anda bisa tinggal separuhnya setelah biaya.
Anggap Anda menaruh Rp 1.000.000 di sebuah produk yang menawarkan perkiraan hasil 6% setahun.
Hitungan kotor
| Modal | Rp 1.000.000 |
|---|---|
| Perkiraan hasil 6% setahun | Rp 60.000 |
| Terlihat jadi | Rp 1.060.000 |
Ini angka yang biasanya dipromosikan.
Sekarang kita masukkan biaya-biaya yang nyata.
Hitungan bersih
| Hasil kotor | Rp 60.000 |
|---|---|
| Biaya pengelolaan, contoh 1% | dikurangi Rp 10.000 |
| Biaya transfer masuk dan keluar | dikurangi Rp 15.000 |
| Pajak bila berlaku | dikurangi Rp 6.000 |
| Sisa untuk Anda | Rp 29.000 |
Hasil bersihnya kurang dari separuh angka yang dipromosikan.
Lalu masukkan risiko. Bukan untuk menakuti, tapi supaya batas terburuknya terlihat.
Tiga kemungkinan
| Sesuai rencana | Rp 1.029.000 |
|---|---|
| Hasil turun separuh | Rp 1.014.000 |
| Penerbit bermasalah | Sebagian atau seluruh modal tidak kembali |
Perhatikan jarak antara baris kedua dan ketiga. Itu jarak yang sesungguhnya.
Sekarang bandingkan: tambahan Rp 29.000 setahun berhadapan dengan kemungkinan kehilangan Rp 1.000.000. Apakah imbalannya sepadan dengan risikonya? Itu keputusan Anda, tapi keputusannya harus dibuat dengan kedua angka terlihat.
Kebiasaan yang menolong
- Tulis modal, hasil, biaya, dan skenario terburuk di satu kertas.
- Kalau Anda tidak bisa mengisi salah satu kolom, jangan setor dulu.
- Ulangi hitungan ini setiap kali angkanya berubah.
Bagian ini memakai istilah aslinya. Kalau terasa berat, tidak apa-apa dilewati.
Perhitungan yang lebih tepat memakai imbal hasil bersih setelah biaya dan pajak, disetahunkan, lalu dibandingkan dengan tingkat bebas risiko dan dengan laju inflasi.
Bila hasil bersih berada di bawah inflasi, daya beli Anda turun meski saldo nominalnya naik.
Boleh disalin apa adanya, lalu tanyakan ke siapa pun yang menawarkan sesuatu kepada Anda.
- Biaya apa saja yang akan memotong hasil saya?
- Angka yang dipromosikan ini sebelum atau sesudah biaya?
- Kalau semuanya gagal, saya kehilangan berapa?
Istilah di halaman ini
Modal
Paling gampang: Uang punya Anda yang dipakai untuk memulai sesuatu. Belum tambah, belum kurang.
Contohnya: Anda beli dagangan Rp 500.000 untuk warung. Rp 500.000 itu modal Anda.
Imbal hasil (yield)
Paling gampang: Cara membandingkan: dari uang segini, hasilnya kira-kira seberapa besar.
Contohnya: Modal Rp 1.000.000 menghasilkan Rp 60.000 setahun. Imbal hasilnya 6% setahun.
Biaya
Paling gampang: Uang yang keluar bukan untuk membeli, tapi untuk mengurus.
Contohnya: Biaya transfer Rp 6.500 tiap kirim, biaya admin bulanan, potongan pajak.
Inflasi
Paling gampang: Uang yang sama besok membeli lebih sedikit barang.
Contohnya: Dulu semangkuk bakso Rp 10.000, sekarang Rp 15.000.
- Angka promosi hampir selalu angka sebelum biaya.
- Bandingkan tambahan yang mungkin didapat dengan modal yang mungkin hilang.
- Kalau ada kolom yang tidak bisa Anda isi, jangan setor dulu.
Menandai selesai hanya menyimpan catatan di perangkat Anda. Tidak ada akun dan tidak ada sertifikat.